Rupiah Melemah Senin Pagi Didorong Tingkat Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Berita334 Dilihat

Senin, 14 Agustus 2023 – 09:48 WIB

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot melemah pada perdagangan Senin pagi, 14 Agustus 2023. Rupiah melemah sebesar 11 poin atau 0,57 persen ke posisi Rp 15.299 per dolar AS, dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp 15.288 per dolar AS.

Baca Juga :

BI Tegaskan Penyedia Barang dan Jasa Tidak Boleh Tolak Uang Logam

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau Jumat sore, mematok rupiah di angka Rp 15.225 per dolar AS.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah pada hari ini. Hal itu salah satunya dipicu oleh tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :

Menguat Tipis Pagi Ini, Rupiah Diproyeksi Balik Loyo karena Data Ekonomi AS

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS, seiring dengan naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan sentimen negatif di pasar keuangan pagi ini,” ujar Ariston kepada VIVA, Senin, 14 Agustus 2023.

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta

Photo :

  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Baca Juga :

Rupiah Loyo Terus Lawan Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Penyebabnya

Ariston mengatakan, menguatnya imbal hasil obligasi AS sudah dipicu oleh penurunan peringkat hutang AS. Hal itu ditambah dengan data inflasi produsen AS di akhir pekan kemarin yang masih menunjukkan potensi kenaikan inflasi di AS.

“Beberapa berita yang memberikan sentimen negatif di pasar keuangan seperti berita potensi default perusahaan properti China yang tidak bisa membayar utang-utangnya. Tembakan peringatan kapal perang Rusia terhadap kapal kargo yang berusaha masuk ke laut hitam yang bisa memicu gangguan suplai lagi, dan ekspektasi perlambatan ekonomi China,” jelas dia.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *