Nilai Ekspor Nikel Melesat 5 Kali Lipat di Era Jokowi, BPS Ungkap Buktinya

Berita390 Dilihat

Selasa, 15 Agustus 2023 – 18:22 WIB

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor nikel di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonjak naik lima kali lipat dibandingkan tahun 2015. 

Baca Juga :

Indikator Ungkap Faktor yang Bikin Approval Rating Jokowi Terus Melonjak

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai ekspor nikel dengan kode HS 75 mengalami peningkatan signifikan, yang mana itu juga didorong oleh program hilirisasi yang dilakukan pada era Pemerintahan Jokowi. 

“Jadi, ekspor nikel dengan program hilirisasi yang dilakukan dan difasilitasi Pemerintah telah mendorong ekspor nikel dengan kode HS 75 naik lebih dari US$4 miliar atau sekitar lima kali lipat dibandingkan 2015,” kata Amalia dalam konferensi pers Selasa, 15 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Jokowi Tegaskan Food Estate Bukan Cuma soal Menhan Prabowo, Ada Kementan dan PUPR

Tambang nikel PT. Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Tambang nikel PT. Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Photo :

  • Antara/ Sahrul Manda Tikupadang

Adapun hilirisasi nikel kini sedang ramai dibicarakan sebab Ekonom Senior Faisal Basri, mengkritisi narasi yang kerap diutarakan oleh Presiden Joko Widodo, terkait keuntungan hilirisasi nikel bagi Indonesia. Ia menilai, itu sebagai pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan.

Baca Juga :

Dukung Industri Pengolahan Karet, Bea Cukai Berikan Dua Izin Fasilitas KITE

Sebab, sebelumnya Presiden Jokowi sempat menyebut bahwa Indonesia mendapat keuntungan yang besar karena kebijakan hilirisasi nikel, akibat kenaikan nilai ekspor dari Rp 17 triliun menjadi Rp 510 triliun.

Faisal menegaskan, angka-angka yang disampaikan oleh Kepala Negara tersebut tidak jelas sumber dan cara perhitungannya. Karena menurutnya, Jokowi hanya ingin meyakinkan bahwa kebijakan hilirisasi itu benar-benar menguntungkan Indonesia. Tapi menurut dia, bukannya menguntungkan Indonesia tetapi justru menguntungkan dan mendukung industrialisasi di China. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *