Nestapa Nelayan di Pelosok Kaltim, Harga BBM Tembus Rp20.000

Berita360 Dilihat

Kamis, 3 Agustus 2023 – 19:07 WIB

Samarinda – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, dan Solar eceran di pelosok Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus meroket. Selain mahal, BBM tersebut juga sulit diperoleh. Harga Pertalite tembus hingga Rp18.000 per liter, Pertamax mencapai Rp20.000 per liter dan solar dihargai hingga Rp10.000 per liter.

Baca Juga :

Harga Pupuk Ada yang di Atas HET, Petani Diminta Lapor ke Sini

Hal itu diungkapkan Herba warga Pulau Lanting, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kubar. Menurutnya harga BBM yang tak wajar di pelosok Kubar sudah berlangsung puluhan tahun. Hal itu berdampak bagi warga Pulau Lanting yang mayoritas adalah nelayan.

“Kita di Pulau Lanting ini semua nelayan. Kami sudah kesulitan melaut, karena harga BBM yang tidak normal begini. Mahal dan sulit didapat,” katanya (3/8/2023).

Baca Juga :

Lebih Besar dari Depo Plumpang, Intip Pembangunan Terminal Energi Pertamina di Kalibaru

Dijelaskan dia, pasca kenaikan BBM di tahun 2022, ekonomi nelayan di Pulau Lanting morat-marit. Penjualan ikan nyaris tidak pernah untung. Aktivitas mencari ikan tidak bisa dilakukan tiap hari, karena mereka mengirit bahan bakar.

Harga BBM mahal dialami Nelayan di Kalimantan Timur

Harga BBM mahal dialami Nelayan di Kalimantan Timur

Baca Juga :

Viral Terekam Pemuda Ambil Bensin dari Mobil di Priuk, Netizen: Sudah Biasa

“Kami tidak bisa melaut tiap hari, karena mengirit BBM. Kalau bahan bakar habis, mau tidak mau kami mencari pasokan dulu, baru bisa melaut lagi,” jelasnya.

Untuk mendapat BBM, mereka harus mengantre di pangkalan. Namun, jika di pangkalan kosong, mereka terpaksa mencari BBM hingga ke kabupaten tetangga.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *