Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Medco E&P dan PLN Kembali Teken Perjanjian Jual Beli Listrik

Berita356 Dilihat

Rabu, 9 Agustus 2023 – 07:48 WIB

Jakarta – PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak perusahaan PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) dan PT PLN kembali melakukan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL). Kali ini dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh.

Baca Juga :

Kuota BBM dan LPG 2023 Disoroti, Kemenkeu Antisipasi Potensi Jebol

Penandatanganan ini dilakukan oleh General Manager Medco E&P Malaka Iwan Sutrisno dan General Manager PLN UID Aceh Parulin Noviandri di Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2023. Berdasarkan Perjanjian, PLN akan memasok listrik sebesar 5,19 MVA di Central Processing Plant Blok A, Aceh Timur. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh VP Operations Onshore Medco E&P Jhon Hakim Ginting.

VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mengatakan, melalui PJBTL ini, Perusahaan dapat mengurangi emisi GRK sekitar 36.000 ton CO2e per tahun. Inisiatif ini juga menghemat penggunaan bahan bakar gas sebesar 1,8 MMSCFD. Pemanfaatan pasokan listrik PLN ini disebut jadi komitmen Medco E&P dan PLN untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan upaya untuk mencapai target produksi migas nasional yang ditetapkan Pemerintah. 

Baca Juga :

Dapat Dukungan Pendanaan dari JETP, PLN IP Siap Genjot Proyek EBT untuk Transisi Energi

”Langkah-langkah Perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan mengurangi penggunaan energi fosil sehingga meningkatkan efisiensi operasional aset dan juga dapat meningkatkan pemakaian energi dari sumber energi terbarukan. Hal ini tecermin dalam pencapaian berbagai inisiatif pengurangan emisi GRK di aset-aset Medco E&P lainnya pada 2022, dengan estimasi pengurangan mencapai 79.000 tCO2e/tahun,” ujar Arif dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Agustus 2023.

Infrastruktur listrik PLN

Infrastruktur listrik PLN

Baca Juga :

Baca Juga  Suku Bunga Acuan BI Diproyeksi Turun, Begini Analisanya

PLN Gandeng Perusahaan Teknologi Global

Sementara itu, GM PLN UID Aceh Parulian Noviandri mengatakan, dengan telah beroperasinya PLTU Nagan Raya 3, saat ini, kondisi kelistrikan di Aceh memiliki daya mampu 822 Mega Watt dengan beban puncak 567 Mega Watt, surplus 260 Mega Watt.

Apalagi dengan akan beroperasinya PLTU Nagan Raya 4 sebesar 200 MW yang akan beroperasi pada Desember 2023 serta PLTA Peusangan 1 dan 2 dengan total daya 90 MW yang akan beroperasi pada akhir tahun ini dan 2024.

Halaman Selanjutnya

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN Hartanto Wibowo berharap kerja sama antara Medco E&P dan PLN dapat berjalan lancar. Menurut dia, PJBTL ini merupakan kolaborasi dua keluarga besar yang sudah dibangun dari tingkat lapangan hingga high level.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *