Ketimpangan Gender 2022 Tuun, BPS Ungkap Indikator Ekonominya

Berita349 Dilihat

Selasa, 1 Agustus 2023 – 13:40 WIB

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, ketimpangan gender di Indonesia selama 5 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pada 2022 Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia sebesar 0,459, atau turun 0,006 poin dibandingkan 2021 yang sebesar 0,465.

Baca Juga :

Buka Peluang Usaha, Warga di Sidoarjo Ikuti Pelatihan Pengelasan

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, sejak tahun 2018-2022 IKG berkurang sebesar 0,040 poin, atau rata-rata turun 0,010 poin per tahun.

“Hal ini mengindikasikan bahwa ketimpangan gender semakin kecil, atau kesetaraan semakin membaik. Hal ini juga ditunjukkan dengan perbaikan yang terjadi di antara pasar tenaga kerja perempuan meningkat, dan juga persentase perempuan dengan pendidikan minimal SMA juga terus meningkat,” ujar Pudji dalam konferensi pers Selasa, 1 Agustus 2023.

Baca Juga :

PAN Terus Bantu UMKM Lebih Maju, Salah Satunya Dorong Digitalisasi

Ilustrasi Kesetaraan Gender

Ilustrasi Kesetaraan Gender

Berdasarkan data paparannya, IKG 2018 sebesar 0,499, kemudian 2019 turun 0,488, pada 2020 turun menjadi 0,472, 2021 kembali turun menjadi 0,465, dan 2022 menjadi 0,456.

Baca Juga :

Menko Airlangga: Aparatur Sipil Negara Menjadi Future Leaders Menjalankan Birokrasi Kelas Dunia

Pudji menjelaskan, berdasarkan dimensi pembentuk indeks ketimpangan gender, secara konsisten mengalami perbaikan. Pada dimensi kesehatan reproduksi terus membaik, risiko perempuan terkait kesehatan reproduksi semakin menurun. Dan dimensi pemberdayaan dan dimensi pasar tenaga kerja semakin setara.

Gedung BPS / Badan Pusat Statistik

Gedung BPS / Badan Pusat Statistik

“Jika dilihat secara spasial terdapat 15 provinsi yang memiliki indeks ketimpangan gender lebih baik atau di bawah capaian nasional. Sementara 19 provinsi sisanya ini berada di atas angka nasional,” jelasnya.

Pudji menuturkan, tercatat IKG 2022 mengalami penurunan di di 25 provinsi. Di mana penurunan terdalam terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,064.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *