Gas Alam Berperan Vital di Era Transisi Energi, SKK Migas Prioritaskan Kebutuhan Nasional

Berita320 Dilihat

Selasa, 15 Agustus 2023 – 19:47 WIB

Jakarta – Indonesia sedang berada dalam masa transisi menuju penggunaan energi bersih, dengan mencanangkan target Net Zero Emission (NZE) di 2060. Porsi energi bersih dalam bauran energi nasional pun terus meningkat, meskipun penggunaan energi yang bersumber dari energi fosil akan tetap digunakan. 

Baca Juga :

Airlangga Optimis APBN 2024 Dapat Perkuat Ekonomi dari Ancaman Global

Hingga target NZE tercapai di 2060, energi yang bersumber dari hidrokarbon khususnya gas bumi, masih akan memegang peranan penting sebagai penopang ketahanan energi nasional.

“Terkait gas, termasuk LNG (liquefied natural gas), sektor hulu migas berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dulu,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam keterangannya, Selasa, 15 Agustus 2023.

Baca Juga :

Anggarkan Subsidi Energi 2024 Rp 329 T, Sri Mulyani Harap PLN dan Pertamina Lakukan Ini

Ilustrasi energi terbarukan.

Ilustrasi energi terbarukan.

Selain memperbesar porsi alokasi gas bagi domestik, investasi di hulu migas untuk menemukan cadangan gas baru juga perlu ditingkatkan. Dari segi cadangan, potensi gas bumi Indonesia masih cukup menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Baca Juga :

Turunkan Emisi, 119 Terminal BBM Sudah Distribusikan B35 per Agustus 2023

Berdasarkan data Kementerian ESDM per Mei 2023, cadangan gas alam Indonesia mencapai 54,83 TCF. Apabila proyek-proyek pengembangan lapangan gas berjalan sesuai rencana, Indonesia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan gas domestik.

“Setelah 2030, kemampuan dukungan industri hulu migas untuk pemenuhan kebutuhan gas domestik menjadi semakin kuat seiring dengan selesainya Proyek Abadi Masela yang dijadwalkan onstream di 2029,” ujarnya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *