Alasan PDIP Tak Beri Sanksi Budiman Sudjatmiko Usai Temui Prabowo

Berita365 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko memberikan klarifikasi ihwal pertemuannya dengan bakal calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto ke DPP PDIP. Hasilnya, DPP PDIP tidak memberi sanksi terhadap Budiman. Apa alasannya?

“Tidak (ada sanksi), hanya memberi peringatan untuk kembali ke garis organisasi,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun setelah meminta klarifikasi kepada Budiman di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Juli 2023.

Dilansir dari Tempo, Komar mengatakan, kedatangan Budiman ke rumah pribadi Prabowo bukan untuk menyampaikan dukungan di Pilpres 2024. Kepada Watubun, Budiman mengaku niatnya hanya ingin melakukan konsolidasi terhadap dua sosok capres yang saat ini akan maju sebagai presiden.

“Ya niatnya dia bukan untuk dukung Pak Prabowo, sebenarnya dia ingin supaya ada konsolidasi calon yang dianggap sebagai calon reformasi, katakanlah begitu,” ujar dia.

Budiman, sambung Komar, melihat sosok bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowo merupakan tokoh yang mewakili capres dari generasi reformasi. Sementara, Prabowo merupakan sosok capres dari generasi Orde Baru.

“Pak Ganjar sebagai generasi Reformasi, dan Pak Prabowo sabagai generasi Orde Baru, begitu kira-kira. Bagaimana rekonsiliasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tambah Komar.

Temui Prabowo atas keinginan pribadi

Sebelumnya, Budiman diketahui menemui Prabowo pada Selasa malam, 18 Juli 2023. Budiman mengatakan pertemuannya dengan Prabowo tidak mewakili partai, melainkan atas keinginan pribadinya.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi,” kata Budiman kepada wartawan setelah mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Iklan

Budiman mengatakan dirinya akan membicarakan hasil pertemuan tersebut dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Baca Juga  Versi Hari Maritim 21 Agustus, 4 Hari Setelah Proklamasi Berhasil Pukul Mundur Angkatan Laut Jepang

“Soal nanti tentu saja, saya akan bicara dengan Mbak Puan, Pak Hasto, karena kalau boleh saya sampaikan, izin kepada Pak Prabowo yang saya sampaikan kepada beliau tadi itu sebenarnya persatuan kaum nasionalis,” ucap Budiman, saat itu.

Adapun Komarudin menegaskan bahwa dirinya mendapat tugas memastikan seluruh kader PDIP, baik di tingkat pengurus maupun anggota partai untuk tegak lurus sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

“Tadi saya tegaskan, tapi kewajiban saya sebagai Ketua Bidan Kehormatan harus memastikan semua gerak langkah kader PDIP, baik pengurus maupun anggota partai hanya satu, menangkan Ganjar Pranowo karena itu adalah keputusan partai,” pungkasnya.

Pilihan Editor: Buntut Polemik OTT Basarnas, Pegawai KPK Tuntut Pimpinan Meminta Maaf dan Mengundurkan Diri

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *