Sowan ke Rumah Jusuf Kalla, Ganjar Bantah Ajak Gabung ke TPN Ganjar-Mahfud MD

Apartemen307 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU — Calon Presiden 2024 Ganjar Pranowo mengaku tidak bertujuan mengajak mantan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla untuk gabung ke Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Ganjar datang ke kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Raya Nomor 6, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekadar hanya untuk silaturahmi.

Ganjar didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid. Selain itu turut hadir pula Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang sudah datang terlebih dulu.

“Enggak ngajak beliau bergabung dengan TPN. Kalau mas Arsjad Rasjid dan pak Hari Tanoe itu kan memang tim saya jadi ikut datang ke rumah Jusuf Kalla,” kata Ganjar, Minggu (19/11/2023).

Menurutnya, Arsjad dan Hari Tanoe merupakan rekan dari Jusuf Kalla, sesama pengusaha di Jakarta dan sudah saling mengenal sejak lama.

Silaturahmi

Sehingga dirinya ingin berkomunikasi langsung dengan Jusuf Kalla untuk mendapat masuk-masukan di Pemilu 2024.

“Mereka (Arsjad dan Hari Tanoe)  semua sudah tahu dan bisa komunikasi dengan baik dengan pak Jusuf Kalla,” imbuhnya.

Calon Presiden 2024 yang  diusung oleh PDIP, PPP, Perindo dan Hanura ini mendatangi kediamam Mantan Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Raya Nomor 6, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2023) sore.

Baca juga: VIDEO Temui Habib Puang Makka di Makassar, Ganjar Pranowo Dapat Wejangan

Ganjar mengaku, datang karena Jusuf Kalla memiliki banyak pengalaman apalagi pernah menjabat Wapres dua kali.

“Saya datang untuk bersilaturahmi dengan beliau, orangtua kita tentu banyak pengalaman tadi dapat banyak sekali masukan-masukan,” kata Ganjar di kediaman Jusuf Kalla, Minggu.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengaku, inti dari pertemuannya adalah agar Pemilu 2024 berjalan dengan baik.

Baca Juga  Di Depan PSSI, Akademi Sepak Bola Prabowo Kerja Sama dengan Aspire Academy untuk Lolos Piala Dunia

Kemudian, menjaga persatuan bangsa Indonesia meski pun dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti berbeda pilihan.

“Saya sangat mengapresiasi beliau, pilihan boleh berbeda. Nanti rasa-rasanya juga pilihan pak JK akan beda dengan saya. Tapi nanti kalau pilih saya juga boleh lah,” ucap Ganjar merayu Jusuf Kalla.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *