Rusia Disebut Ogah Nurut Amerika Serikat untuk Kecam Hamas di Pertemuan DK PBB

Apartemen310 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Rusia disebut ogah nurut dengan Amerika Serikat yang meminta untuk mengutuk serangan Hamas di Israel.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang digelar Senin (9/10/2023) Amerika Serikat telah meminta 15 anggota untuk mengecam keras Hamas.

Namun diplomat senior AS Robert Wood menyebut tidak semua anggota menerima ajakan Amerika Serikat.

Dikutip dari laporan Al Jazeera, Robert Wood pun menuding salah satu negara yang menolak mengecam serangan Hamas ialah Rusia.

“Anda mungkin bisa menemukan salah satunya tanpa saya harus mengatakan apa pun,” tuturnya.

Pada pertemuan itu, Rusia mengharapkan fokus yang lebih luas daripada mengutuk Hamas.

Namun demikian, Duta besar Rusia Vassily Nebenzia untuk PBB mendukung adanya gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran.

Sambil gencatan senjata, Rusia menawarkan adanya negosiasi bermakna untuk menyelesaikan konflik Israel Palestina yang sudah berlangsung beberapa dekade.

Baca juga: PBB Gelar Pertemuan Tertutup Usai Palestina Israel Memanas, Amerika Serikat Ajak Kecam Hamas

“Pesan saya adalah untuk segera menghentikan pertempuran dan melakukan gencatan senjata serta melakukan negosiasi yang bermakna, yang telah disampaikan selama beberapa dekade” oleh Dewan Keamanan, kata Vassily Nebenzia, duta besar Rusia untuk PBB.

Menurut Rusia, serangan Hamas merupakan akibat dari masalah konflik Israel dan Palestina yang juga tidak kunjung diselesaikan.

“Ini sebagian disebabkan oleh masalah yang belum terselesaikan,” katanya.

Sementara itu Uni Emirat Arab mengatakan pihaknya mengharapkan lebih banyak pertemuan DK PBB mengenai krisis ini.

“Saya pikir semua orang memahami bahwa saat ini, situasinya sangat memprihatinkan,” kata Duta Besar UEA Lana Zaki Nusseibeh.

Menurut Uni Emirat Arab solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik ini.

Baca Juga  Tak Ingin Dipimpin Sosok Hasil Kecurangan, Ratusan Ulama Jabar Keluarkan Fatwa Wajib Dukung AMIN

“Banyak anggota Dewan percaya bahwa cakrawala politik yang mengarah pada solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik ini,” katanya.

Diketahui konflik Israel dan Palestina kembali memanas pada Sabtu (7/10/2023). Hamas secara tiba-tiba melakukan serangan rudal ke pemukiman Israel.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Israel ke Palestina. Dilaporkan hampir 1000 orang tewas akibat saling serang rudal tersebut.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *