Pendukungnya Dihajar Oknum TNI, Ganjar Minta Bantuan Komisi 1 DPR hingga Ngadu ke Panglima TNI

Apartemen291 Dilihat

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W Nugraha 

WARTAKOTALIVE.COM, PURWOREJO – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespon soal tindak kekerasan yang dialami pendukungnya di Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun aksi pengeroyokan tersebut diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI. 

Atas polemik tersebut, Ganjar mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan Panglima TNI Agus Subiyanto.

“Saya sudah minta bantuan dari teman-teman Komisi 1 DPR. TPN yang sudah berkomunikasi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Panglima TNI. Tadi saya juga sudah kontak dengan Pangdam,” kata Ganjar di Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023).

Baca juga: PKB Kerahkan 9000 Emak-emak Militan untuk Dongkrak Perolehan Suara Anies-Muhaimin di Bali

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini melanjutkan bahwa belasan orang dari oknum TNI pelaku penganiayaan tersebut, hari ini mendapatkan hukuman. 

“Menurut saya bagus ini menjadi pelajaran serius buat kami agar tidak semena-mena. Karena kalau ada yang keliru diproses saja. Kalau semena-mena ingat yang dihadapi itu rakyat, jangan bikin rakyat marah,” tegasnya.

Terpisah Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menyesalkan kejadian yang dialami pendukung Ganjar-Mahfud tersebut.

Arsjad menyatakan, bersama jajaran TPN Ganjar-Mahfud memastikan bahwa setiap langkah yang ditempuh TPN  diarahkan untuk mencari keadilan bagi para korban dan menjaga keutuhan proses demokrasi yang sedang berlangsung. 

Baca juga: Ganjar Pranowo Akan Jenguk Pendukungnya yang Dihajar Belasan Oknum TNI gegara Knalpot Brong

Baca juga: Puluhan Pemuda Ikuti Turnamen Mobile Legends yang Digelar Baraya Ganjar Mahfud Jabar

“Kami menegaskan komitmen kami terhadap prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penegakan hukum yang adil.  Setiap pendukung Ganjar-Mahfud adalah anggota keluarga besar Ganjar-Mahfud. Tindak kekerasan terhadap satu orang anggota keluarga adalah kekerasan bagi seluruh keluarga besar Ganjar-Mahfud,” kata Arsjad.

Baca Juga  Gelar Syukuran, Sahabat Bang Ara dan Bang Sahat M.P Sinurat Bagikan Susu Gratis di Pekanbaru

Arsjad melanjutkan siap memberikan dukungan dan pendampingan hukum sampai kasus ini tuntas. TPN juga terus berkomunikasi dengan keluarga korban untuk membantu meringankan situasi yang dihadapi.

Sebelumnya, Kodam IV Diponegoro mengungkap awal mula anggota TNI yang menganiaya dua orang yang diduga relawan Ganjar Pranowo – Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu (30/12/2023).

Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison mengatakan insiden yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali itu karena kesalahpahaman.

“Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” kata Richard saat dihubungi, Sabtu.

Baca juga: PKN Targetkan Satu Kursi DPR di Dapil Depok- Bekasi, Dian Farizka Yakin Lolos ke Senayan

Awalnya, kata Richard, sejumlah anggota Kompi B tengah bermain bola voly sekira pukul 11.19 WIB mendengar adanya suara berisik yang berasal dari kendaraan sepeda motor.

“Tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor kenalpot brong yang oleh pengendaranya dimain-mainkan gasnya,” ungkapnya.

Saat itu, sejumlah anggota keluar markas untuk mengecek. Setelahnya, terdapat lagi dua orang lainnya yang juga melakukan hal yang sama.

“Lalu dihentikan dan ditegur oleh anggota. Selanjutnya terjadi cek-cok mulut hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota,” jelasnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *