Kepala BP2MI Sebut Hak Pilih Milik 2,5 Juta PMI di Malaysia Terancam Hilang: Sejak Awal Bermasalah

Apartemen300 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM – Beredar video viral di media sosial (Medsos) X (Twitter) sebut adanya ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia tidak terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024.

Namun, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengaku bukan lagi ratusan melainkan ada 2,5 juta warga,

Benny Rhamdani mengatakan ada sebanyak 2,5 juta pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

“Kalau jumlah PMI kita kan 2,5 juta di sana (Malaysia),” kata Benny Rhamdani, kepada wartawan di Jakarta, pada Senin (15/1/2024).

Baca juga: Layanan Jemput Bola untuk Tahanan Titipan Dijalankan KPU Jakbar untuk Memaksimalkan Hak Pilih Napi

Mengetahui adanya video tersebut, Benny Rhamdani kemudian sebut, ada hak pilih WNI di Malaysia yang terancam hilang.

“Artinya ada 2,5 juta warga negara Indonesia dan tentu sebagian besar dari itu adalah mereka yang terancam hak pilihnya” ujar Benny Rhamdani

Terlebih, ia menilai, jumlah 1,7 juta DPT luar negeri yang telah ditetapkan oleh KPU mengancam pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri kehilangan hak suaranya.

Ia menyebut, data DPT yang ditetapkan KPU itu sudah bermasalah sejak awal ditetapkan.

“Ya memang sejak awal sudah bermasalah sih ya (penetapan jumlah DPT), saya melakukan kritik keras, misalnya angka 1.700.000 (DPT luar negeri) yang ditetapkan oleh KPU. DPT ini angka dari mana?” kata Benny.

“Sementara misalnya kita menghadapi Pilpres, Pemilu legislatif, gelombang penempatan (PMI) kan berjalan. Nah, bagaimana status mereka yang menjelang pelaksanaan pemilu mereka berangkat ke luar negeri?”

“Otomatis mereka terancam kehilangan hak suara mereka karena pendistribusian kertas suara sudah dilakukan,” sambungnya.

Kata Benny, sistem yang diterapkan saat ini belum komprehensif untuk memberikan perlindungan atas hak politik warga negara yang menjadi PMI.

Baca Juga  Gandeng Erick Thohir Sebagai Cawapres Jadi Cara Capres Prabowo Subianto Rebut Suara Nahdlatul Ulama

Benny menjelaskan, BP2MI mencatat sebanyak 4,8 juta warga negara Indonesia menjadi PMI di luar negeri.

Ia mengklaim, jumlah 1,7 DPT yang ditetapkan KPU telah menghilangkan 1.100.000 PMI untuk mendapatkan hak pilihnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *