Food Estate Program Jangka Panjang, Tidak Bisa Disebut Gagal, Masih Berproses

Apartemen330 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Program food estate diyakini sebagai program jangka panjang yamg saat ini terus berproses dan berkembang. Sehingga tudingan kegagalan dinilai sangat tidak relevan.

Pengamat Pertanian Irma Suryani Chaniago mengatakan tidak ada kegagalan dalam proyek food estate dikarenakan faktanya masyarakat merasakan dampaknya.

“Semua masyarakat di sekitarnya merasakan dampak positifnya,” ujar Irma, lewat keterangan, Kamis, (28/9/2023).

Irma mengatakan food estate adalah program jangka panjang yang digagas oleh pemerintah Jokowi-Ma’aruf Amin dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Sekjen Gerindra Heran Mengapa Baru Sekarang Cak Imin Berani Sebut Food Estate Program Gagal

Program tersebut tersebar di beberapa provinsi seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur.

Meski begitu, hasil program food estate ini tidak bisa diharapkan instan karena lahan yang digarap adalah lahan ekstensifikasi dan intensifikasi yang berada di luar Pulau Jawa.

“Tentu hasil food estate ini tidak bisa diharapkan instant karena tanah yang dijadikan food estate harus diolah terlebih dahulu agar PH tanah sesuai dengan tanaman yang akan ditanam,” katanya.

Selain itu, pemerintah perlu mempersiapkan irigasi dan sarana prasarana produksi seperti jalan, sumur dam bengkel alsintan.

Baca juga: Cak Imin Sebut Program Food Estate Gagasan Jokowi Terbukti Gagal, Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi

Baca juga: Komentari Soal Food Estate, Jubir Anies: Praktek Pembangunan Cenderung Otoriter Berpotensi Gagal

Meski begitu, Irma berpendapat sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat dimana hampir semua daerah alami kekeringan el nino yang berdampak pada turunnya produksi.

“Kondisi ini tentu mengakibatkan produksi dalam negeri turun dan akibatnya harga beras naik. Sementara food estate masih berproses seperti cetak sawah baru yang harus disupport dengan irigasi,” katanya.

Baca Juga  Trubus Rahardiansyah Berani Beda, Sebut Petisi Kampus Soal Pemilu Jurdil Bukan Aspirasi

Irma mengingatkan bahwa semua pihak harus melihat secara jelas bahwa didalam program food estate ada tanaman hortikultura. Jadi tidak melulu beras yang menjadi cerita di permukaan publik.

“Food estate itu tidak melulu sawah untuk padi, tetapi juga untuk bawang dan palawija. Maka jika ingin food estate menghasilkan padi dan palawija yang sesuai target jangka panjang, pemerintah harus membuat irigasi yang modern,” katanya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *