Eko Kuntadhi Tak Percaya Lagi Omongan Jokowi yang Bilang Tidak Ikut Campur Soal Putusan MK: Serakah!

Apartemen326 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Jokowi, kini mengaku sudah tidak percaya lagi dengan omongan Jokowi.

Terutama terkait pernyataan Jokowi yang mengaku tidak ikut campur dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan syarat pencalonan capres dan cawapres menjadi berusia paling rendah 40 tahun atau pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.

Menurut Eko Kuntadhi, Jokowi hanya berpura-pura bahwa putusan MK bukan karena campur tangannya karena ingin putranya Gibran Rakabuming maju menjadi cawapres Prabowo Subianto yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Lalu gimana sikap Jokowi? seperti biasa ya pura-pura bilang bahwa putusan MK urusan MK. soal pencapresan ya urusan partai-partai politik,” kata Eko dalam video yang dibagikan di akun Instagramnya @ekokuntadhi, Kamis (19/10/2023).

Eko mengatakan dirinya tidak percaya bahwa putusan MK dan rencananya majunya Gibran sebagai cawapres, tidak ada hubungannya dengan campur tangan Presiden Jokowi.

“Dia menyatakan bahwa semua ini enggak ada hubungannya sama Presiden. Itu di luar kendalinya,” katanya.

Baca juga: Mengenal Sosok Ning Imaz Ustadzhah dari Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

“Tapi ya setelah isu 3 periode yang gagal itu, bahkan setelah isu perpanjangan masa jabatan presiden yang mandek itu, kok saya jadi mulai susah percaya pada sebuah statement, pada sebuah omongan,” kata Eko. 

Menurut Eko, dirinya kini lebih mengamati tindakan dari pada omongan.

“Saya sekarang lebih memperhatikan tindakan. Mulut bisa bohong, tapi tindakan-tindakan itulah yang menunjukkan bagaimana sebetulnya tujuan seseorang,” katanya.

Baca juga: PA 212 Demo Tuntut Tangkap Penista Agama Menag Yaqut, Eko Kuntadhi: Penisphobia?

Baca Juga  Pemerintah Jaminkan APBN di Proyek Kereta Cepat, Pengamat: Melenceng Jauh, Jadi Beban Pembayar Pajak

Menurut Eko, hal ini bukan hanya soal Gibran yang diloloskan maju menjadi Cawapres lewat putusan MK.

“Sekali lagi ini bukan soal Gibran. Di mata saya ini soal betapa mudahnya kekuasaan mengacak-ngacak hukum, demi sebuah ambisi,” kata Eko.

Eko mengatakan bila nantinya Gibran benar-benar menjadi cawapres Prabowo, maka hal ini hanya meneruskan ide Jokowi 3 periode tetapi dengan menggunakan wajah lain.

“Jika akhirnya nanti Gibran benar dipasangkan dengan Prabowo, di mata saya kondisi ini hanya meneruskan ide Jokowi tiga periode, tetapi dengan menggunakan wajah yang lain. Prosesnya ya mirip-mirip banget. Apakah ini akan terwujud? Saya enggak tahu,” kata Eko.

Ia lalu menjelaskan sebuah tulisan menarik di Kompas yang ditulis oleh gurunya Imam Ansari Saleh.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *