Diserang Isu Politisisasi Bansos demi Menangkan Prabowo-Gibran, Bahlil Sewot: Terserah Saja lah

Apartemen7 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA— Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia buka suara soal tudingan bahwa dirinya turut serta dalam mempolitisasi bantuan sosial (bansos) jelang pemilihan presiden 2024.

Tudingan itu sebelumnya disampaikan konom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri.

Bahlil membantah bahwa dirinya telah melakukan politisasi bantuan sosial atau bansos demi memenangkan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

Bahlil mengatakan dirinya tak pernah melakukan pembagian bansos. 

Namun, ia mengaku tak mempedulikan tuduhan dari Faisal Basri tersebut. 

Baca juga: MK Panggil 4 Menteri Jokowi di Sengketa Pilpres, Kubu Prabowo-Gibran: Berkah Terselubung untuk Kami

“Menteri Investasi tidak pernah bagi-bagi bansos. Maksudnya seperti apa? Ya terserah saja lah mereka sebut apa,” kata Bahlil di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/4/2024) dikutip dari Kompas.tv

Ia menyatakan pembagian bansos itu bukan ranah dari kementeriannya. 

“Yang jelas menteri investasi tidak pernah bagi-bagi bansos. Dan bukan domain juga mengurus bansos. Mengurus investasi,” ungkap dia.

Sebelumnya, saksi ahli dari Tim Anies-Muhaimin (AMIN), Faisal Basri,  sebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan paling vulgar politisasi bansos di Pilpres 2024.

Sebab, kata Faisal Basri yang menyampaikan hal tersebut dalam sidang Sengketa Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), ketiga menteri tersebut mendemostrasikan pembagian bansos seolah-olah bansos diberikan untuk rakyat dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sehingga dengan demikian, rakyat diminta untuk memilih di Pilpres kepada calon yang didukung Presiden Jokowi.

“Lebih parah di Indonesia tidak hanya gelontoran uang tetapi juga mobilisasi pejabat sampai ke level bawah. Ini yang saya tunjukkan misalnya, Airlangga Hartarto yang mengatakan ini sumbangan Pak Jokowi, oleh karena itu harus berterima kasih pada Pak Jokowi dengan cara memilih yang didukung Pak Jokowi,” ujar Faisal Basri, Senin (1/4).

Baca Juga  Enam Tim Akan Bertarung di Turnamen Internasional Ragnarok Stars di Gandaria City

“Dikatakan juga oleh Pak Menteri Investasi Pak Bahlil bahwa silakan aja bikin sendiri Bu Risma. Dipikir semua menteri mentalitasnya moralitasnya seperti dia, Bu Risma tidak, tidak mau mempolitisasi Bansos. Jadi sudah uangnya ada tapi kurang magnetnya, harus ditunjukkan ini lho yang ngasih, secara demonstratif, bahkan Airlangga Hartarto misalnya, banyak menteri lagi lah, tapi yang paling vulgar itu ya, Airlangga Hartarto, Bahlil, dan Zulkifli Hasan.”

Kubu Ganjar-Mahfud Minta MK Hadirkan Sri Mulyani dan Risma

Ketua Tim Hukum calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma dalam sidang sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2024 di MK.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *