Bentuk Solidaritas Terhadap Palestina, Gereja di Tepi Barat Ubah Pohon Natal dengan Reruntuhan Puing

Apartemen245 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Umat Nasrani di seluruh dunia akan merayakan Natal tahun 2023 pada Senin (25/12/2023).

Umat Nasrani yang ada di Tepi Barat pun turut bakal merayakan Natal tahun ini, meski dalam kondisi yang memprihatinkan akibat serangan agresif oleh Israel.

Dalam kondisi seperti itu, umat Nasrani di Tepi Barat pun terpaksa mendekorasi pohon natal diubah menjadi reruntuhan puing.

Dekorasi itu dilakukan di Gereja Lutheran di Bethlehem, Tepi Barat.

Perubahan dekorasi Natal itu sebagai bentuk simpati dan protes terhadap kekerasan yang terus terjadi di Gaza.

Bahkan di atas puing-puing reruntuhan tersebut, diletakkan Bayi Yesus yang dibungkus Kain Kufiya yang menjadi ciri khas kain Palestina.

Baca juga: Gereja di Tepi Barat Ganti Pohon Natal dengan Puing-puing Bangunan, Bentuk Solidaritas Palestina

Baca juga: VIDEO : Berkedok Perang, Pemukim Ilegal Israel Mulai Usir Paksa Warga Palestina dari Tepi Barat

Baca juga: Danone Indonesia Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp630 Juta ke Palestina Melalui Kedubes Palestina

Dikutip dari Kompas.id Bayi Yesus di reruntuhan itu mengingatkan dengan pemandangan banyaknya anak-anak Palestina yang ditemukan di bawah puing-puing bangunan selama perang Israel-Hamas berlangsung.

”Betlehem sedih dan hancur. Kami semua kesakitan atas apa yang terjadi di Gaza, merasa tidak berdaya dan kewalahan karena ketidakmampuan kami memberikan apa pun,” kata Isaac seperti dikutip Al-Jazeera, Kamis (7/12/2023).

Bagi Isaac, dekorasi ini adalah cara mereka merefleksikan kelahiran Kristus yang membawa pesan perdamaian.

Seperti anak-anak Palestina sekarang, Yesus pun lahir sebagai anak-anak dari bangsa yang terjajah.

Menurut Injil, Yesus yang lahir 2.000 tahun lalu itu ditidurkan di sebuah palungan atau tempat pakan ternak.

Ia lahir dalam kondisi serba kekurangan. Tak ada tempat layak untuk keluarganya, juga untuk ibunya Maria yang kala itu hamil besar.

Baca Juga  Mengintip Empat Tren Warna Cat Rumah untuk Membuat Ramadan 2024 Lebih Bermakna

BERITA VIDEO: Markas IDF Didemo dari Keluarga Sandera & Massa, Imbas Tiga Sandera Tewas Ditembak Tentara Israel

Mereka kehabisan tempat menginap karena ribuan orang mudik setelah Kaisar Agustus, penguasa Roma, yang saat itu menjajah wilayah Yudea dan sekitarnya, memerintahkan setiap orang harus pulang ke kota kelahirannya agar namanya terdaftar dalam buku kependudukan.

Wilayah Yudea saat ini ada di sekitar Betlehem, kurang lebih di timur Gaza.

Sebagai informasi hingga Minggu (10/12/2023) ini, diperkirakan lebih dari 7.000 anak-anak tewas di Gaza dan puluhan ribu anak lainnya terluka karena serangan bom Israel.

Jumlah korban anak-anak ini adalah bagian dari total korban tewas di Gaza yang berdasarkan data Otoritas Palestina sudah melampaui 17.700 orang tewas dan sekitar 46.000 lainnya luka. (*)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *