Banyak Kejanggalan, Yusril Ihza Mahendra Minta Kasus Pemerasan Firli Bahuri Dihentikan

Apartemen381 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra meminta kasus dugaan pemerasan dengan tersangka Firli Bahuri dihentikan.

Pasalnya, pakar hukum tata negara yang juga pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara tersebut mengatakan banyak kejanggalan.

“Ya, kasus ini kan langsung ditetapkan jadi tersangka tanpa penyelidikan. Penyelidikan dan penyidikan itu kan dua proses yang harus berjalan seiring. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kan harus diadakan satu penyelidikan, kecuali kasus tangkap tangan,” ujarnya, kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2024).

“Ini kan pak Firli ditetapkan di hari penyelidikan, hari itu juga dan ditersangkakan hari itu juga. Lho itu kapan melakukan penyelidikannya? Itu kejanggalannya,” lanjutnya.

Yusril juga menuturkan kasus dugaan pemerasan Firli Bahuri janggal lantaran tak ada satu pun saksi yang telah diperiksa menuturkan Syahrul Yasin Limpo (SYL) diperas.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Tak Lakukan Persiapan Khusus untuk Jadi Saksi Meringankan Firli Bahuri

“Begitu juga saksi yang diperiksa, tidak satu pun menerangkan bahwa memang ada kata-kata atau perbuatan yang mengancam pak Yasin supaya merasa dia diperas. Kan engga ketemu ya, sampe hari itu belum ada buktinya,” tutur dia.

Sehingga ia menyarankan kepada pihak kepolisian untuk menghentikan perkara itu, apalagi praperadilan Firli Bahuri sendiri tak diterima.

“Kasus ini sebaiknya dihentikan. Bisa dihentikan lewat praperadilan, bisa juga dikeluarkan SP3. Dan kita tahu kan kemarin praperadilannya bukan ditolak. Walaupun banyak wartawan salah nulis nih. Permohonan pra-peradilan ditolak, tidak. Permohonan peradilan itu tidak dapat diterima. Tidak diterima itu bukan ditolak,” kata Yusril.

“Artinya hakim tidak masuk ke perkara karena esepsi dari termohon Polda Metro Jaya diterima, yaitu permohonan praperadilannya itu mencampuradukkan antara formil dan materil. Padahal praperadilan itu hanya forumnya saja, karena itu dianggap permohonan itu tidak jelas. Maka hakim menyatakan tidak diterima. Kalau tidak dapat diterima itu bisa diajukan kembali. Bukan ditolak, kalau ditolak ya selesai,” lanjutnya. 

Baca Juga  Bantah Tudingan Kirim Santet hingga Membuat Stevie Agnecya Meninggal, Icha Annisa: Itu Fitnah Keji!

Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra hadir di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2024).

Kehadirannya ini untuk menjadi saksi meringankan Firli Bahuri dalam kasus dugaan pemerasan.

Pantauan Wartakotalive.com, Yusril tiba di Bareskrim sekira pukul 10.37 WIB, dengan mengenakan jas hitam dengan dalaman kemeja berkelir putih.

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu seharusnya mulai diperiksa sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi.

“Hari ini saya agak terlambat 30 menit karena tadi salah datang ke Polda Metro Jaya. Rupanya pemeriksaannya di Mabes Polri,” ujar Yusril, kepada wartawan di Bareskrim Polri.

Baca juga: Tak Hanya SYL, Bareskrim Juga Periksa Eks Ajudan dan Pengawal Pribadi Firli Bahuri



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *