Alasan Kristen Ortodok Merayakan Natal pada Tanggal 7 Januari Bukan 25 Desember

Apartemen296 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Tidak semua umat Kristiani merayakan Natal pada 25 Desember melainkan 7 Januari, atau 13 hari setelah Natal pada umumnya.

Sekitar 12 persen umat Kristen di dunia menunggu hingga 7 Januari untuk merayakan Natal.

Seperti umat Kristen Ortodok yang merayakan Natal pada 7 Januari. Jumlah umat itu sekitar 260 juta orang di dunia, tersebar di Eropa Timur, seperti Rusia dan Yunani, juga di Ethiopia dan Mesir.

Natal gereja ortodok juga ditandai dengan perayaan keagamaan dan pesta-pesta tradisional.

Asal usul

Natal pada 7 Januari berawal dari keputusan gereja-gereja Ortodoks yang telah berusia berabad-abad untuk memisahkan diri dari gereja Katolik.

Mereka menganut kalender berbeda dari kalender yang digunakan oleh sebagian besar umat Kristen dunia saat ini.

Ketidaksepakatan mengenai kapan secara resmi mengakui kelahiran Yesus Kristus dimulai sejak tahun 325 Masehi.

Ketika itu sekelompok uskup Kristen mengadakan konferensi ekumenis pertama agama tersebut—pertemuan untuk memutuskan isu-isu doktrin agama.

Salah satu agenda terpenting Konsili Nicea Pertama adalah membakukan tanggal hari raya terpenting gereja, Paskah.

Baca juga: 10 Cara Mudah Bikin Rumah Bernuansa Natal, Mulai Nyalakan Lilin Wangi Hingga Kerucut Pinus Beraroma

Untuk melakukannya, mereka memutuskan untuk mendasarkannya pada kalender Julian, kalender matahari yang diadopsi penguasa Romawi Julius Caesar pada tahun 46 Sebelum Masehi.

Penggunaan kalender matahari atas saran astronom Mesir Sosigenes dalam upayanya membersihkan kalender lunar Roma yang berantakan.

Namun perhitungan Sosigenes mempunyai permasalahan tersendiri.

Mereka melebih-lebihkan lamanya tahun matahari sekitar 11 menit.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Anies Baswedan Apresiasi Budayawan Banyumas Kang Nasirun: Negara Harus Hadir Bantu Kegiatan Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *